Jepang Mulai Membuka Diri Untuk Dunia Baru Tetapi Tidak Untuk Liburan

0
64
views
Sumber : Google.com

NIINDO.COM – Setelah sekian lama, akhirnya jepang melonggarkan pembatasan masuk yang ketat kepada warga asing untuk pembuatan visa. Hal ini merupakansebuahlangkah untuk menghadapi dunia baru.

Pada hari Rabu awal Oktober Jepang akan mulai mengizinkan masuk bagi penduduk dengan izin untuk tinggal lebih dari tiga bulan dan siswa internasional. Namun, perubahan yang direncanakan tidak akan mencakup wisatawan. Hal ini dilaporkan oleh beberapa media nasional yang mengutip berita dari beberapa sumber pemerintahan.

Dalam laporan , menurut pejabat pemerintah, Jepang berencana untuk memperluas cakupan wilayah yang tunduk pada pembatasan masuk yang dilonggarkan dan pelonggaran pembatasan lebih lanjut bagi pelancong dari 16 negara, terutama di Asia, di mana pandemi dianggap relatif terkendali.

Melansir dari The Japan Time , Di bawah pembatasan perjalanan saat ini, yang telah disambut dengan kritik keras dari komunitas asing Jepang dan kelompok bisnis internasional, wisatawan dari 159 negara dan wilayah telah ditolak masuk pada prinsipnya. Sejak September, Jepang telah mengizinkan warga asingnya untuk meminta izin masuk kembali tanpa prasyarat yang ketat, meskipun di bawah prosedur masuk yang ketat. Namun, izin masuk untuk pendatang baru hanya diberikan dalam situasi terbatas.

Baca JugaJepang Berikan Dana Rp.84 Juta Kepada Warganya Yang Mau Menikah

Selama beberapa bulan terakhir, Jepang telah melakukan negosiasi untuk melanjutkan perjalanan bisnis dengan 16 negara, termasuk Australia, Cina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura dan Korea Selatan.

Sejauh ini, Jepang telah melanjutkan perjalanan bisnis dengan negara-negara termasuk Thailand dan Vietnam dan telah melanjutkan perjalanan bisnis jangka pendek dengan Singapura. Pada bulan September, Jepang juga melonggarkan pembatasan bagi wisatawan dari Taiwan, Malaysia, Kamboja, Laos dan Myanmar, yang memungkinkan penduduk jangka panjang, seperti pekerja ekspatriat, untuk melakukan perjalanan bolak-balik antara Jepang dan wilayah tersebut.

Sumber : Google.com

dikutip dalam laporan media pada hari Rabu, pejabat pemerintah mengatakan perubahan akan memungkinkan warga negara asing dari daerah lain untuk melakukan perjalanan ke Jepang untuk terlibat dalam kegiatan budaya, menyediakan layanan medis atau melakukan kegiatan pendidikan. Pemerintah juga bergerak ke arah relaksasi pembatasan masuk bagi siswa internasional yang dibiayai swasta.

Baca JugaAturan Baru Pengadilan Jepang, Seniman Tatto Tidak Perlu Lisensi

Dalam konferensi pers reguler yang di gelar pada hari Rabu, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato menekankan bahwa pemerintah sejauh ini telah mengambil upaya untuk  melonggarkan pembatasan perjalanan dengan memastikan upaya  seperti itu tidak akan mengakibatkan lonjakan infeksi virus corona.

“Kami akan terus dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan cara-cara optimal untuk melanjutkan perjalanan termasuk mengizinkan kedatangan (asing) baru sambil mencegah peningkatan infeksi virus corona. Meskipun demikian, dalam keputusan lebih lanjut kami akan mempertimbangkan situasi (COVID-19).” Ujar Kato.

Melansir dari  Asahi Shimbun, menyusul perubahan pembatasan perjalanan yang ada, Jepang bertujuan untuk menerima hingga 1.600 kedatangan internasional per hari dari 16 negara dengan infeksi yang lebih sedikit, sementara memungkinkan hingga 1.000 kedatangan setiap hari dari wilayah lain. Batasan ini tidak berlaku untuk warga negara Jepang.

Baca JugaPertama Kalinya Di Dunia, Jepang Ciptakan Lampu ”UV Care 222” Yang Dapat Membunuh Virus Corona

Sebulmnya, jepang telah melakukan pembatsan masuk  yang dimulai pada  3 April sebagai langkah-langkah sementara yang bertujuan untuk membatasi penyebaran virus ke Jepang yang membuat ribuan orang yang tinggal di Jepang tidak dapat melakukan perjalanan.

Jepang sedang mempertimbangkan lebih mengenai kelonggaran yang akan terjadi mulai awal bulan depan.

Kato tidak memberikan jawawaban pasti kapan tepatnya pembatasan akan dilonggarkan dan tidak menguraikan kelayakan untuk masuk.

Tetapi, kelonggaran tersebut akan tertunda untuk daerah dengan jumlah infeksi yang lebih tinggi, dan pengaturan pemerintah, yang memerlukan koordinasi antara kementerian yang mengawasi prosedur, juga dapat menghambat proses.

Meskipun sebelumnya pada bulan September pemerintah telah melonggarkan pembatasan perjalanan bagi warga negara asing yang memang sudah tinggal di Jepang, hal ini memicu kekhawatiran bahwa bahkan penduduk yang sah dapat menghadapi deportasi setelah mereka kembali karena persyaratan yang tidak jelas dan ketat yang berbeda dari yang diterapkan pada penduduk dengan paspor Jepang.

Pada saat kedatangan, semua warga negara asing yang bepergian ke Jepang diminta untuk menjalani tes coronavirus dan menjalani masa karantina 14 hari. Mulai September, semua wisatawan asing, termasuk mereka yang berstatus tempat tinggal yang sah, juga diminta untuk menyerahkan bukti bahwa mereka diuji untuk COVID-19 dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan mereka ke Jepang.

Tonton Juga :

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here