Aturan Baru Pengadilan Jepang, Seniman Tatto Tidak Perlu Lisensi

0
62
views
Sumber : Google.com

NIINDO.COM – Pada hari Rabu,Pengadilan Tinggi Second Petty Bench menolak banding oleh jaksa penuntut umum atas gugatan terhadap Taiki Masuda yang merupakan seorang penato berusi 32 tahun. Pertama kalinya dalam sejarah, Mahkamah Agung telah memutuskan bahwa tato orang tanpa lisensi medis tidak merupakan pelanggaran hukum praktisi medis. Ini menyelesaikan putusan pengadilan tinggi yang membatalkan putusan pengadilan distrik fining pria ¥ 150.000.

Baca Juga :  Penculikan Warga Jepang Oleh Korea Utara Tidak Bertemu “Titik Terang”, PM Suga Revisi Menteri

Jaksa penuntut berpendapat bahwa mentato orang dapat dianggap sebagai tindakan medis maka seorang penato diharuskan memiliki lisensi medis. Tetapi ,Masuda tidak memiliki lisensi medis padahal dirinya merupakan seorang penato.

Sumber : Google.com

Dilansir dari The Japan Times , The Second Petty Bench mendefinisikan tindakan medis sebagai “tindakan yang dianggap sebagai perawatan medis atau bimbingan kesehatan yang dapat menyebabkan bahaya higienis jika tidak dilakukan oleh dokter.” Kemudian dikatakan bahwa “tato memerlukan keterampilan artistik yang berbeda dari kedokteran, dan bahwa tidak dapat diasumsikan bahwa dokter melakukan tindakan secara eksklusif,” menyimpulkan bahwa praktik ini bukan tindakan medis.

Baca Juga : Kiprah Bulu Tangkis Jepang Seperti Menunggangi “Rollercoaster”?

Ketua Hakim Koichi Kusano mengungkapkan ke-setujuannya. Dia mengatakan bahwa undang-undang baru harus dibuat jika memang ada kebutuhan untuk pembatasan hukum guna  mencegah risiko dari prosedur tato.

Dalam ringkasan dakwaan Masuda, dirinya dituduh menato tiga pelanggan wanita di sebuah studio di kota Suita di Prefektur Osaka, Jepang barat, antara Juli 2014 dan Maret 2015 padahal dirinya tidak memiliki lisensi medis sama sekali.

Pengadilan Distrik Osaka menemukan pelaku ( Masuda ) pada September 2017, pihak pengadilan menyatakan bahwa ada bahaya tato yang menyebabkan gangguan kulit, dan tato merupakan sebuah tindakan medis.

Baca Juga : Janji PM Suga Untuk Bangkitkan Ekonomi Akibat Pandemi Corona

Pendapat Tersebut membalikkan keputusan pada November 2018 dimana pada saat itu Pengadilan Tinggi Osaka mengatakan bahwa tato memiliki fitur dekoratif dan artistik, dan dilakukan bukan untuk tujuan medis.

Tonton Juga :

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here