Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri Karena Masalah Kesehatan

0
52
views

NIINDO.COM – Jepang dibuat heboh karena berita pengunduran perdana menteri Jepang Shinzo Abe secara tiba-tiba. Pada hari jumat tanggal 28 Agustus 2020, Abe mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri akibat penyakit kolitis ulseratif atau penyakit radang usus besar.

Abe mengatakan bahwa kondisi kesehatannya memburuk pada pertengahan bulan juli lalu, ia mulai merasa lelah secara fisik. Pada awal agustus, dokter memastikan penyakit itu kembali terjadi.

Baca Juga : Pemerintah Jepang Memberikan Bantuan Kepada Kebanyakan Rumah Tangga di Jepang

Orang-orang saat ini berfikir, siapa yang akan menggantikan Abe. Ia mengatakan dia akan tetap menjadi perdana menteri sampai ada yang menggantikannya.

Namun Abe tidak menyatakan jika dia akan pensiun dari dunia politik, bisa saja dia menyalonkan kembali jika kondisi kesehatannya sudah membaik. Seperti yang sudah diketahui Abe pertama kali menjadi perdana menteri pada tahun 2006 dan menjadi perdana menteri termuda di Jepang pasca perang. Namun, ia mengundurkan diri sekitar satu tahun setelahnya karena penyakitnya semakin parah.

Baca Juga : Tempat Paling Bersejarah di Kyoto, Jepang

Abe sudah menderita penyakit radang usus, sejak masih remaja. Penderita penyakit ini mengalami sakit perut yang parah dan diare yang terus menerus, akibat radang pada permukaan usus besar.

Pada tahun 2012 Abe kembali terpilih menjadi Perdana Menteri, dan kondisinya tampak stabil berkat pengobatan baru yang bisa menekan radang. Abe mendapatkan dukungan yang sangat besar dari Partai Demokratik Liberal, dan dan visi misi utamanya yaitu menggairahkan kembali ekonomi, dengan kebijakan yang disebut dengan “Abenomics”.

Baca Juga : All Nippon Airways Uji Coba Gagang Pintu Toilet Anti Virus

Kebijakan itu membuat harga-harga saham di Jepang kembali naik dan angka pengangguran berkurang. Namun Abe akan meninggalkan jabatannya tanpa mencapai tujuannya yang telah lama dicita-citakan, yaitu menyaksikan Olimpiade Tokyo yang akan digelar musim panas mendatang.

Abe Mengatakan “ karena saya tidak lagi dalam kondisi untuk menaggapi mandat rakyat dengan percaya diri, saya telah memutuskan saya tidak boleh tetap menjabat sebagai perdana menteri”.

Partai Demokrat Liberal, yang dipimpin oleh Abe, sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pemilihan kepemimpinan pada 15 September atau sekitar hari itu.

Abe mengatakan dia pikir sekarang adalah waktu yang tepat untuk mundur dari jabatannya, karena dia yakin jumlah kasus baru virus korona telah mengalami tren turun dan dia telah mampu menyusun langkah-langkah baru untuk melawan pandemi, termasuk rencana untuk mengamankan vaksin yang cukup untuk semua penduduk dan memperluas kapasitas pengujian hingga 200.000 sehari.

“saya minta maaf kepada orang-orang dari lubuk hati saya yang terdalam karena harus meninggalkan pekerjaan di tengah pandemi virus corona sementara banyak kebijakan yang masih setengah jalan menuju realisasi,” katanya.

Ia mengungkapkan penyesalan yang sangat mendalam karena gagal menyelesaikan isu penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

Baca Juga : Bola Cahaya Misterius yang Menyilaukan di Langit Jepang

Saat ditanya siapa menurutnya yang akan menggantikannya, Abe tidak berkomentar.

Kandidat potensial yang akan menggantikannya, termasuk Fumio Kishida, kepala kebijakan LDP, dan mantan menteri luar negeri, Yoshihide Suga, yang dikenal karena keterampilan koordinasi di belakang layar yang telah menjadi Sekretaris Kabinet sejak Abe kembali berkuasa pada akhir 2010, dan Shigeru Ishiba, seorang mantan menteri pertahanan yang sering mengkritik perdana menteri.

Pengganti Abe nantinya, akan mengisi sisa masa jabatan Abe sebagai perdana menteri yang berlangsung hingga September mendatang.

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here