Pulau Mauritius Dalam Kondisi Darurat dan Kehidupan Sekitar Sekarat Akibat Kapal Milik Jepang Menumpahkan Minyak Ke Perairan

0
60
views

NIINDO.COM – Kapal MV Wakashio yang dioperasikan oleh Mitsui OSK Lines, menabrak terumbu karang di pantai tenggara Mauritius pada tanggal 25 juli dan akhir-akhir ini mulai membocorkan minyak.  Kapal ini masih menyimpan sekitar 2.000 ton minyak dan diperkirakan akan hancur.

Seorang konservasionis lingkungan di Mauritius mengatakan, mungkin diperlukan puluhan tahun untuk memulihkan kerusakan akibat tumpahan minyak tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis ekologi besar.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Info selengkap nya Klik link bio : https://youtu.be/iQeevug5Ans . #niindo #berita #jepang #indoenisa

Sebuah kiriman dibagikan oleh niindocom (@officialniindo) pada

 

Baca Juga : Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Tengah Pandemi Virus Corona

Pemerintah telah mengumumkan keadaan darurat karena tumpahan minyak tersebut. Pemerintah bekerjasama dengan mantan penguasa kolonial Perancis dan tim ahli dari Jepang untuk menghilangkan minyak tersebut. Orang-orang Mauritia juga mengambil langkah untuk membersihkan tumpahan minyak, dengan cara membuat helaian rambut dan dedaunan yang mengambang sepanjang waktu untuk melindungi pantai Samudra Hindia yang masih asli.

Seekor belut mati terlihat mengapung menyusul kebocoran minyak tersebut. Tidak hanya belut saja namun juga bintang laut yang mati ditandai dengan cairan hitam lengket. Kepiting dan burung laut juga sedang sekarat. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kritik dari masyarakat sipil bahwa pemerintah mungkin  mengambil terlalu lama dalam menanganinya.

Direktur Konservasi Yayasan Margasatwa Mauritius, Vikash Tatayah, meminta pengelola kapal itu, Mitsui O.S.K Lines, atas sejumlah kompensasi yang pantas, tidak hanya mengganti biaya tumpahan minyak. Menurutnya Jepang dapat lebih banyak membantu upaya negara itu untuk memulihkan karang-karang yang rusak atau mati karena tumpahan minyak tersebut.

Baca Juga : Jepang Memperingati 75 Tahun Serangan Bom Hiroshima di Masa Pandemi

Menanggapi hal itu, Akihiko Ono, wakil presiden eksekutif Mitsui OSK Lines, mengatakan “kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya atas masalah besar yang kami timbulkan”.  Pihak pengelola kapal juga berjanji bertanggung jawab dengan sangat serius dan akan melakukan segala upaya dengan kontraktor untuk melindungi lingkungan laut dan mencegah polusi lebih lanjut.

Lihat Juga :

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here