Virus Corona Memukul Para Pekerja di Jepang, Banyak yang Kehilangan Pekerjaan Termasuk Orang Indonesia Ini

0
67
views

NIINDO.COM – Adanya virus corona ini sangat memukul keras pekerja di Jepang, terutama para pekerja tidak tetap. Pekerja tidak tetap merupakan posisi yang sangat rentan terkena PHK dan pastinya akan mengalami kesulitan ekonomi.

Jumlah pekerja tidak tetap di Jepang sekitar 22 juta atau 40% dari seluruh pekerja.  Menurut survei yang dilakukan terhadap sekitar 4.300 pekerja oleh Lembaga Penelitian untuk Peningkatan Standar Hidup antara 1 dan 3 April, sekitar 10,6% pekerja kontrak menjawab bahwa kontrak kerja mereka telah diputus karena virus korona baru. Sementara itu, 56,8% pekerja paruh waktu dan 52,7% pekerja pengirim menjawab bahwa pendapatan mereka telah berkurang.

Sumber : google.com

Baca Juga : Untuk Menangkis Rudal Korea Utara, Jepang Bikin Kebijakan Pertahanan Baru

Kondisi ini pasti sangat sulit untuk para pekerja tidak tetap di Jepang, termasuk wanita asal Indonesia ini. Wanita ini merupakan salah satu diantara banyaknya orang asing yang bekerja dengan pekerjaan tidak tetap dan kehilangan pekerjaan atau PHK.

Baca Juga :Kereta Unik Jepang Bertema Bima Sakti dan Lonceng Angin

Wanita ini berusia 44 tahun yang tinggal bersama suami dan putranya yang sekolah di tingkat menengah di daerah Jepang Tengah yaitu kota Ueda. Dia asli Indonesia dan suaminya orang Jepang asli, yang kemudian memutuskan untuk pindah ke Jepang pada tahun 2002.

Menurut keterangan dari Nagano Labour Biro, Jumlah pekerja yang terkena PHK di Jepang tengah mencapai 961 pekerja dan terus mengalami peningkatan.

Baca Juga :Remaja Jepang Tidak Tertari Lagi Pada Olimpiade Tokyo? Ini Alasanya!!

Wanita ini bekerja di sebuah industri manufaktur sebagai pekerja pengiriman, tiba-tiba pada musim panas ini dia diberitahu tentang pemutusan kontrak kerjanya. Dia berfikir bahwa orang asing lebih rentan untuk dipecat  dan banyak temannya yang juga orang asing juga terkena PHK.

Setelah diberhentikan dari pekerjaannya, dia merasa sangat khawatir mengenai kondisi ekonominya karena dia kehilangan gaji sebesar 150.000 yen (sekitar $ 1.419). Saat ini anaknya sudah sekolah di tingkat menengah dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang pastinya akan membutuhkan uang yang lumayan, belum lagi untuk pengeluaran-pengeluaran lainnya.

Sumber : google.com

Baca Juga : Salah Satu Tim Sepak Bola SMA di Jepang Menjadi Klaster Baru COVID-19

Setelah itu banyak dari orang asing menyampaikan permasalahnnya mengenai pemutusan kerja ini kepada pemerintah kota. Menangapi hal tersebut  pemerintah kota Ueda membuka kelas bahasa Jepang gratis yang diperuntukkan bagi orang asing yang sedang mencari pekerjaan. Bisa berbahasa jepang dapat memperluas cakupan pilihan pekerjaan bagi orang asing tersebut.  Sehingga mereka bisa lebih mudah untuk mencari pekerjaan.

Lihat Juga :

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here