Gubernur Osaka Klaim Menemukan Obat Kumur Anti COVID-19

0
111
views

NIINDO.COM – Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura, mengadakan konferensi pers pada tanggal 4 Agustus 2020, yang menyoroti kemanjuran Jepang terhadap virus corona.

Dalam konferensi pers, Gubernur Yoshimura menjelaskan kepada media bahwa sebuah studi kecil terhadap sekitar 40 pasien positif corona dengan gejala ringan atau tanpa gejala menunjukkan penurunan tingkat virus dalam air liur mereka setelah berkumur dengan obat kumur yang mengandung povidone-iodine.

Baca Juga : Lebih Dari 25% Pasien COVID-19 di Nara Kehilangan Indra Penciuman dan Indra Pengecap

Obat kumur yang memiliki efek bakterisidal diberikan kepada pasien empat kali sehari selama periode Juni hingga Juli. Pada hari keempat pengobatan, sembilan persen pasien yang diberi obat kumur menunjukkan hasil yang baik setelah dites PCR, dibandingkan dengan 40 persen pasien yang tidak diberi obat kumur.

 Dilansir dari japanesestation, Saat ini, Prefektur Osaka ingin melakukan penelitian yang lebih besar terhadap 1.000 pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala untuk memverifikasi efek berkumur. Akifumi Matsuyama, Direktur Pusat Penelitian Pengembangan Obat Generasi Berikutnya dari Organisasi Rumah Sakit Prefektur Osaka, Osaka Habikino Medical Center, mengatakan bahwa penelitian yang lebih besar penting sebagai “mengurangi jumlah virus dalam air liur individu yang terinfeksi memiliki efek mengurangi penularan terhadap orang-orang di rumah.”

 

Terlepas dari penelitian yang terbatas saat ini, Gubernur Yoshimura ingin berbagi hasil kepada publik. Beliau mengatakan, “Jika orang berkumur dengan obat kumur jenis ini, kita mungkin menemukan bahwa jumlah orang yang dites positif virus corona akan berkurang.” Dia kemudian menambahkan, “Saya tidak bisa mengatakan bahwa ini (obat kumur) akan menyembuhkan virus corona, tetapi saya berharap ini dapat membantu mencegah penyebaran infeksi di tempat-tempat dimana kasus-kasus meningkat.”

Untuk membantu masyarakat mengidentifikasi jenis-jenis obat kumur yang mengandung povidone-iodine, gubernur Yoshimura menunjukkan sederetan contoh di depannya. Salah satu di antaranya adalah merek populer, Meiji Isojin Gargle Medicine.

Baca Juga : Aum Shinrikyo, Sekte Kiamat Yang Mendalangi Serangan Teroris di Tokyo

Obat kumur merek ini sering digunakan oleh orang-orang di Jepang pada gejala pertama sakit tenggorokan. Banyak juga yang berkumur dengan obat ini sebagai tindakan pencegahan selama musim dingin dan musim flu.

sumber : google.com

Hanya dalam beberapa menit setelah konferensi pers, saham Meiji melonjak hingga lebih dari empat persen, dan toko-toko di seluruh Jepang menjual habis semua jenis obat kumur yang mengandung povidone-iodine.

Akibat panic buying ini, beberapa toko dengan cepat menerapkan kebijakan “satu botol per rumah tangga” untuk mencegah para reseller membeli dan menimbun semua stok mereka.

Gubernur Osaka telah dikenal di seluruh Jepang karena pendekatannya yang tajam terhadap politik, terutama dalam komunikasi dengan publik selama pandemi. Beliau menjadi salah satu pejabat pertama yang mendesak warga agar tidak bepergian antar prefektur, dan membagi opini publik dengan membocorkan dokumen resmi yang menunjukkan jumlah kasus virus corona yang diproyeksikan untuk Osaka.

Baca Juga : Semangat Berapi Api Hoshide Akihiko Dalam Misi ISS 2021

Namun, Direktur Matsuyama juga mengatakan kepada wartawan bahwa dalam beberapa kasus, jumlah virus dalam air liur dapat meningkat lagi sekitar satu jam setelah berkumur. Beliau juga memperingatkan bahwa berkumur berulang kali dapat melukai tenggorokan, sehingga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here