NEGARA JEPANG DALAM MENGHADAPI VIRUS CORONA

0
164
views

NIINDO.COM – Jepang merupakan negara dengan jumlah penduduk sebanyak 126.476.461  jiwa pada tahun 2020, yang menempati peringkat ke 11 dari semua negara yang ada di dunia. Dengan melihat banyaknya jumlah populasi yang berada di Jepang, negara tersebut  rentan akan terkena virus corona. Pada tanggal 7 April 2020, Jepang memasuki keadaan darurat dan pada saat itu juga pemerintah melarang warga negaranya untuk keluar dari rumah.

Sumber : covid19japan.com

Setelah peraturan itu keluar, angka  virus corona di Jepang mengalami penurunan. Namun saat ini kasus virus corona di Jepang mulai mengalami peningkatan kembali. Dikutip dari Woldometers, pada tanggal 6 Agustus 2020 pukul 8.34 kasus virus corona di Jepang mencapai angka 42.669 jiwa,  kasus meninggal sebanyak 1.028 jiwa dan orang yang sembuh sebanyak 28.028 jiwa.  Dilihat dari grafiknya kasus peningkatan virus corona mencapai 0,7% dalam kondisi kritis atau sebanyak 523 jiwa.

Sumber : covid19japan.com

Baca Juga : Robot di Jepang Bekerja di Sebuah Toko Serba Ada Untuk Menguji Otomatisasi Ritel

Kebijakan Pemerintah Jepang

Adanya virus corona yang melanda dunia ini sangat berdampak kepada perekonomian secara global, sehingga pemerintah jepang yaitu perdana menteri Jepang Shinzo Abe memberikan stimulus kepada penduduk jepang dan juga orang asing sebesar ¥ 100.000 dengan syarat memiliki kartu tempat tinggal yang valid dan harus mendapatkan aplikasi dari pos.

Pada awalnya pemerintah ingin memberikan stimulus berupa bebas pajak sebesar ¥ 300.000 kepada rumah tangga berpenghasilan rendah, namun hal tersebut dibatalkan karena dinilai terlalu rumit. Sehingga perdana menteri jepang mengambil langkah untuk memberikan uang sebesar ¥ 100.000 tanpa melihat besar pendapatan yang diterimanya.

Baca Juga : Karena Pandemi Jepang Luncurkan Robot Delivery Service

Bagaimana Cara Mendapatkan Stimulus Tersebut?

Pemerintah kota maupun daerah akan memberikan sebuah formulir  aplikasi kepada setiap keluarga di Jepang. Formulir aplikasi tersebut dilengkapi atau diisi dengan informasi keluarga tersebut, lalu mengirimknnya kepada pemerintah setempat yang dilengkapi dengan kartu identitas diri dan informasi tentang rekening bank.

Pemberian formulir subsidi ini, setiap daerah memiliki jadwal yang berbeda-beda. Jadwal untuk menerima formulir ini di update pada situs website pemerintah jepang. Setiap orang yang memenuhi syarat akan mendapatkan uang yang akan langsung dikirimkan pada rekening bank yang sudah dikumpulkan beserta formulir subsidi.

Baca Juga : Jepang Mulai Terapkan Subsidi Pariwisata

Kondisi Jepang Saat Ini

Negara Jepang juga sudah mulai membuka toko, restaurant dan pusat kebugaran, serta area perbelanjaan besar seperti departement store. Namun pembukaan tersebut juga diimbangi dengan protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, seperti jaga jarak, jam buka dikurangi, dan juga pengecekan suhu sebelum masuk serta penggunaan masker.

Melihat grafik kasus corona di Jepang yang bergerak naik, membuat pemerintah Jepang melarang beberapa negara untuk masuk ke Negara Jepang. Lalu negara mana saja yang tidak boleh masuk ke negara Jepang?

Baca Juga : Ujian Ketrampilan Tokutei Ginou di Seluruh Jepang Dibuka Kembali

Mengutip dari covid19japan.com, berikut ini adalah negara yang dilarang masuk ke Jepang

Afghanistan, Afrika Selatan, Afrika Tengah, Albania, Aljazair, Amerika Serikat, Andorra, Antiqua dan Barbuda, Arab Saudi, Argentina, Armenia, Australia, Austria, Azerbaijan, Bahama, Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belanda, Belarusia, Belgia, Bolivia, Bosnia dan Herzeqovina, Botswana, Brasil, Britania Raya, Brunei Darussalam, Bulgaria, Chili, Cina, Demark, Djibouti, Dominika, Ekuador, Estonia,Filipina, Finlandia, India, Irak, Iran, Italia, Israel,Korea Selatan, Liberia, Libanon, Meksiko, Mesir, Palestina, Rumania, Singapura, termasuk juga Indonesia.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here