Untuk Menangkis Rudal Korea Utara, Jepang Bikin Kebijakan Pertahanan Baru

0
92
views

NIINDO.COM –  Komite partai penguasa di Jepang menyetujui sebuah proposal yang mengusulkan agar Jepang mempunyai persenjaataan yang mampu menangkal serangan rudal balistik di wilayah teritorial musuh.

Sebagaimana dilansir dari kompas.com, Jumat (31/7/2020), Jepang ditaksir dapat memiliki senjata yang mampu menjangkau Korea Utara jika rencana tersbeut terlaksana meski tidak jelas senjata apa yang dimaksudkan.

Setelah kalah dalam Perang Dunia II, negara-negara dunia sangat menekan Pasukan Bela Diri Jepang untuk dapat memiliki persenjataan jarak jauh.

Kini, jika Jepang benar-benar memiliki senjata jarak jauh itu, China dan Rusia akan marah karena senjata tersebut juga dapat menjangkau kedua negara itu.

“Negara kita perlu mempertimbangkan cara untuk memperkuat pencegahan, termasuk memiliki kemampuan untuk menghentikan serangan rudal balistik di wilayah musuh,” bunyi dokumen tersebut.

baca juga : Setelah 104 tahun Tidak Terjamah Manusia, “Pulau Terlarang” di Jepang Kini Mulai Dijamah Manusia Kembali

Proposal tersebut dibuat oleh anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) termasuk mantan Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera. Proposal tersebut sedianya akan disampaikan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pekan depan. nodera mengatakan proposal tersebut dibuat masih dalam dalam batas-batas konstitusi dan untuk mematuhi hukum internasional. Proposan tersebut tersebut akan dibahas oleh Dewan Keamanan Nasional Jepang (NSC) yang diharapkan dapat menyelesaikan kebijakan pertahanan baru pada akhir September. Sebelumnya, Abe telah mendorong penguatan militer Jepang untuk menanggapi keamanan yang memburuk di kawasa Asia Timur.

Itu dikarenakan beberapa hal seperti Korea Utara yang rajin mengembangkan rudal dan senjata nuklir, China yang semakin memodernkan pasukannya, dan Rusia yang ingin kembali hadir di kawasan tersebut.

Opsi Jepang untuk menyerang rudal musuh di wilayahnya cukup menarik dibandingkan mencegat rudal yang sudah diluncurkan dengan kcepatan suara.

Namun, diperlukan penginderaan yang canggih untuk hal tersebut. Oleh karena itu, Jepang mungkin akan meminta bantuan penginderaan dari satelit yang dimiliki Amerika Serikat (AS).

baca juga : Ditangan Seniman Hebat Asal Jepang ini, Lelehan Coklat Bisa Disulap Menjadi Karya Unik

Kementerian Pertahanan Jepang dapat memutuskan pembelian peralatan pada akhir tahun ini, kata pejabat pemerintah kepada Reuters.

Pertimbangan untuk membangun persenjataan baru tersebut juga didorong oleh keputusan Menteri Pertahanan Jepang Kono Taro pada Juni. Dalam keputusan tersebut, Taro membatalkan pembangunan dua pembangunan dua sistem pertahanan anti- rudal balistik Aegis Ashore yang dirancang untuk menyergap rudal balistik dari Korea Utara. Rencana tersebut dibatalkan karena adanya risiko yang dapat membahayakan penduduk sipil terdekat jika benar-benar digunakan untuk menyergap rudal balistik musuh. Proposal tersebut juga merekomendasikan untuk memperoleh sistem radar pertahanan yang setara dengan Aegis Ashore yang juga mampu melacak ancaman lain seperti pesawat nirawak dan rudal jelajah.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here