Jepang Sudah Mulai New Normal, seperti Apa Praktiknya?

0
158
views
suasana new normal di jepang . Image Source : Google.com

NIINDO.COM – Jepang dikabarkan telah melewati keadaan darurat virus corona atau Covid-19. Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut keadaan darurat di ibu kota dan empat prefektur

Dengan hal tersebut, mereka mengklaim kemenangan melawan virus corona karena telah menjaga total infeksi relatif rendah, sekitar 16.600 kasus.

BACA JUGA : Jepang Bikin Teknologi Pembasmi Virus Corona dengan Sinar Ultraviolet

Sehari setelah Jepang mengakhiri keadaan daruratnya, warga Tokyo turun ke jalan dengan rasa campur aduk antara merasa aman dan gelisah saat mereka bersiap untuk new normal. Tanggapan warga Jepang terhadap dimulainya new normal beragam.

Salah satu pekerja kantor Daisuke Tominaga di Shibuya Tokyo mengatakan, dirinya ingin keluar minum dan menghadiri konser. Selain itu, Naoto Furuki (45) menceritakan kondisi saat keluar rumah pada masa new normal.

Seperti dilansir dari kompas.com, Pagi hari terasa lebih ramai dari biasanya dan sedikit mengganggu. “Aku masih agak khawatir. Mungkin ada gelombang kedua epidemi sehingga kita masih harus waspada,” katanya.

BACA JUGA : Wow Liburan ke Jepang di Bulan Juli Akan Bertabur Diskon

Tidak seperti penguncian ketat negara-negara lain, Jepang tidak memaksa bisnis ditutup. Bahkan beberapa bisnis sudah mulai buka sebelum keadaan darurat dicabut.

Keadaan darurat di Jepang berlangsung selama sekitar tujuh minggu. Setelah dicabut, orang-orang keluar dengan masker dan menjaga jarak sosial. Namun, banyak perusahaan yang membiarkan staf mereka tetap bekerja dari rumah.

“Kami tidak akan kembali ke gaya kerja kami sebelumnya,” kata Pejabat Eksekutif Hitachi, Hidenobu Nakahata. Lanjutnya, mereka akan mempercepat praktik kerja baru dan menjadikan work from home (WFH) menjadi standar baru.

BACA JUGA : Jepang Membutuhkan 345.000 Tenaga Kerja RI, Ini Posisinya

Sementara itu, operator kereta api Odakyu Electric Railway mengatakan akan merilis data untuk membantu penumpang menghindari kereta yang penuh sesak. Selain itu, banyak sekolah yang mulai dibuka di bawah tindakan pencegahan.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike memperingatkan agar tidak berpuas diri dan mengatakan bahwa setiap orang harus terbiasa dengan new normal teleworking hingga vaksin berhasil dikembangkan.

Malam, Jembatan Pelangi yang membentang di utara Teluk Tokyo diterangi dengan tujuh warna untuk menandai akhir dari keadaan darurat. “Mari kita bekerja sama sehingga cahaya Jembatan Pelangi tidak akan memerah,” kata Koike.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here