International Friendship Exchange Council (FEC) Executive Working Luncheon

0
110
views

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Bapak Tri Purnajaya, telah menjadi tuan rumah pada Pertemuan Eksekutif dengan para pengusaha besar Jepang yang tergabung dalam The International Friendship Exchange Council (FEC) untuk berdialog mengenai upaya bersama untuk terus meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya bidang perdagangan dan investasi kedua negara. Pertemuan dihadiri oleh 25 (dua puluh lima) perwakilan perusahaan anggota FEC.

“Dalam rangka mencapai target-target yang telah ditetapkan Pemerintah, Indonesia membutuhkan dukungan dan kerja sama dari negara mitra, khususnya Jepang”, disampaikan KUAI RI Tokyo pada sambutan pembukaan. Mengutip arahan Presiden Jokowi, bahwa pada tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia ditargetkan akan mencapai US$ 7 Triliun dan menduduki peringkat ke-5 ekonomi terbesar dunia. Oleh karena ituKUAI RI Tokyo mengharapkan para pengusaha besar Jepang untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan, investasi, ekonomi digital, pariwisata dan bidang lainnya.

Pertemuan dilanjutkan dengan paparan dari Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Ibu Ni Made A. Marthini, yang menyampaikan bahwa setelah implementasi IJEPA pada tahun 2008, nilai perdagangan dan investasi Indonesia dan Jepang terus meningkat, namun jumlah tersebut masih belum optimal. Tedapat 5 bidang kerja sama ekonomi yang perlu diselesaikan dalam General Review IJEPA antara lain peningkatan kompetensi tenaga kerja antara lain di bidang careworker, otomotif, ekonomi kreatif, kesehatan, serta sektor jasa (meliputi logistik dan perkapalan, manajemen pelabuhan dan properti).

Selain itu, Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Tokyo, Bapak Rakhmat Yulianto juga menyampaikan paparan terkait iklim investasi terkini di Indonesia. “Kami sangat berharap partisipasi Jepang untuk kerja sama investasi dalam beberapa proyek prioritas, antara lain pengembangan infrastruktur di ibukota baru Indonesia di pulau Kalimantan; investasi pembangunan pelabuhan Patimban sebagai pintu masuk industri otomotif Jepang ke Indonesia; dan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia”.

Para pengusaha Jepang anggota FEC sangat antusias dalam berdialog dan menyampaikan beberapa pertanyaan antara lain terkait potensi tenaga kerja Indonesia untuk kerja sama dalam industri digital ekonomi, kebijakan Pemerintah Indonesia terkait pasar modal dan pasar saham Indonesia, dan bagaimana strategi Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan target peningkatan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

International Friendship Exchange Council (FEC) merupakan organisasi yang didirikan sejak tahun 1983 untuk mempromosikan kerja sama antara Jepang dengan negara-negara lain. Anggota FEC merupakan perusahaan besar Jepang yang berasal dari berbagai industri antara lain energi, perbankan, perhotelan, logistik, asuransi, dan sebagainya. (Ikhsan.muafikul-KBRI TOKYO)

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here