Mengenal 5S dalam Budaya Kerja Jepang

    0
    198
    views

    OhayoJepang – Budaya kerja Jepang bisa dikatakan cukup unik. Salah satu konsep paling dasar yang biasanya menjadi dasar budaya kerja Jepang adalah 5S (diucapkan sebagai go-esu).

    Konsep 5S  terdiri dari Seiri (Menyortir), Seiton (Mensistematisasikan), Seiso(Membersihkan), Seiketsu (Standarisasi), dan Shitsuke (Self-Discipline).

    Cara berpikir ini dimaksudkan untuk membuat organisasi di tempat kerja lebih efektif dengan menyederhanakan lingkungan sambil meningkatkan kinerja.

    Seiri (Menyortir)

    Seiri pada dasarnya berarti menyortir segala sesuatu di setiap area kerja dan hanya menyimpan apa yang diperlukan. Pada umumnya mereka akan menandai atau membaginya menjadi barang-barang yang “sering digunakan,” “kadang-kadang digunakan,” dan “tidak pernah digunakan.”

    Item yang sering digunakan disimpan dalam keadaan yang mudah dicapai dan item yang kadang-kadang digunakan dipindahkan ke area penyimpanan umum. Sedangkan, item yang tidak pernah digunakan biasanya dibuang.

    Seiton (Mensistematisasikan)

    Seiton selalu mengikuti seiri, yang berarti mengatur segala sesuatu untuk penggunaan dan pengembalian yang efisien. Di sini, lemari dan rak diberikan label dan benda-benda dikembalikan ke tempat yang semestinya.

    Di area kerja pabrik, ruang kerja dan ruang untuk gerak terpisah dan diuraikan di lantai. Hal ini membuat proses kerja jelas dan sistematis, serta tidak ada pemborosan yang berlebihan. (i/m)

    Seiso (Membersihkan)

    Seiso pada umumnya berarti pemeliharaan tempat kerja untuk menjaganya agar tetap “bersih bersinar”.

    Hal ini berarti pembersihan dan inspeksi utilitas secara berkala, serta pemeriksaan persediaan dan inventaris untuk memastikan semua yang dibutuhkan selalu tersedia.

    Meskipun pemeriksaan yang sering ini sepertinya membutuhkan banyak waktu, hal ini sebenarnya menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang.

    Seiketsu (Menstandarisasi)

    Tiga S pertama tidak dilakukan hanya sekali, melainkan harus dilakukan secara berkala. Selanjutnya, seiketsu memastikan bahwa mereka dilakukan dengan cara standar agar mudah diikuti oleh semua orang.

    Dengan ini, perusahaan biasanya menggunakan struktur yang biasanya menjadwalkan dulu tiga S di atas.

    Shitsuke (Disiplin Diri)

    Tentu saja, semuanya tidak akan lengkap tanpa shitsuke atau mendisiplinkan diri agar keempat kebiasaan di atas menjadi sebuah kebiasaan. Di perusahaan, hal ini berarti pelatihan terus-menerus.

    Tujuannya untuk mempertahankan standar sebelumnya dan meningkatkan standar yang sekarang.

    Jepang tidak hanya menggunakan metode 5S untuk memastikan tempat kerja dijalankan secara efektif, tetapi mereka juga melakukannya untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.

    Tokyo Medical Tour

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here