Jepang bersiap hadapi topan terbesar dalam 60 tahun terakhir

0
234
views

niindo.com- Warga Tokyo tengah bersiap menghadapi badai terbesar dalam 60 tahun terakhir. Topan Hagibis–nama badai tersebut–diperkirakan bakal mencapai ibu kota Jepang dan kawasan lain di pesisir timur Pulau Honshu pada akhir pekan ini, Sabtu (12/10/2019).

Hagibis adalah kata dari bahasa Tagalog, Filipina, yang berarti “cepat”. Badai tersebut masuk kategori 5 (kecepatan angin lebih tinggi dari 252 km/jam), yang tertinggi dalam Skala Badai Saffir-Simpson. Walau diperkirakan kecepatannya turun menjadi kategori 4 saat menghantam pesisir Honshu.

Kepala Prediksi Badan Meteorologi Jepang (JMA), Yasushi Kajihara, menyatakan Hagibis mirip dengan topan yang melanda Tokyo pada 1958. Topan bernama Ida itu–warga Jepang menyebutnya Kanogawa–menenggelamkan ratusan rumah dan menewaskan 1.200 penduduk.

JMA, dikabarkan Japan Times, memperkirakan badai akan menghantam dari kawasan Tokai atau Kanto pada Sabtu (12/10) sore, lalu bergerak ke arah utara melalui Tohoku.

Oleh karena itu, JMA telah meminta penduduk Tokyo dan sekitarnya untuk bersiap menghadapi badai, curah hujan deras, dan ombak laut yang tinggi. Kajihara memerintahkan para penduduk untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sebelum Jumat (11/10) malam.

Badai ini datang hanya sebulan setelah Topan Faxai yang menewaskan dua orang, menghancurkan 30.000 rumah, dan membuat aliran listrik terputus selama dua pekan. Warga Prefektur Chiba, yang paling parah dihantam Faxai, kini mesti menyiapkan diri menghadapi Hagibis.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah memerintahkan para menteri di kabinetnya untuk bekerja keras menjamin keselamatan warga.

Para pejabat Prefektur Chiba juga telah meminta warganya untuk segera menyiapkan makanan dan minuman yang cukup untuk dikonsumsi selama tiga hari. Warga pun menyerbu toko-toko terdekat. Persediaan air botol dan baterai dikabarkan sudah habis di beberapa swalayan.

Sistem transportasi pun diperkirakan lumpuh sepanjang Sabtu. Maskapai Jepang, ANA, menghentikan semua penerbangan domestik dari dan menuju dua bandara utama di Tokyo, Haneda dan Narita, sejak Jumat sore.

ANA dan Japan Airlines Co juga membatalkan penerbangan dari dan menuju bandara di kota Osaka dan Nagoya. Total, menurut stasiun TV NHK (h/t Aljazeera), ada 1.280 penerbangan domestik yang dibatalkan.

East Japan Railway Co. (JR East), Central Japan Railway Co. (JR Central), dan West Japan Railway Co. (JR West) juga telah mengumumkan pembatalan perjalanan pada beberapa rute sejak Jumat sore hingga Sabtu. Walau JR East masih menjadwalkan keberangkatan kereta cepat shinkansen dimulai lagi pada Sabtu pukul 13.00 waktu setempat.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here