Partisipasi Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy di Jepang

0
21
views

niindo.com- Tsukuba, Jepang. Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Y.M. Rudiantara, bersama dengan Menteri Perdagangan RI, Y.M. Enggartiasto Lukita, telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy di Tsukuba, Prefektur Ibaraki. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rudiantara sampaikan dukungannya terhadap usulan Data Free Flow with Trust (DFFT) oleh Jepang. Menteri Rudiantara menyampaikan bahwa “Data free flow with trust is not a full stop.” Diperlukan adanya kerja sama internasional dalam mempersiapkan implementasi dari DFFT itu sendiri, mengingat masing-masing negara memiliki kemampuan teknologi yang berbeda-beda. Kerja sama antar negara menjadi krusial untuk menjembatani kesenjangan teknologi dari masing-masing negara sehingga inisiatif DFFT tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Di sela-sela rangkaian kegiatan G20 on Trade and Digital Economy, Menteri Rudiantara juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara mitra seperti Jepang, Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, dan juga Uni Eropa.

Dalam pertemuan bilateral dengan Minister of Internal Affairs and Communications Jepang, Y.M. Masatoshi Ishida, pada Jumat, 7 Juni 2019, Menteri Rudiantara menyampaikan mengenai kedekatan hubungan Indonesia dan Jepang dan senang dapat bertemu dengan Menteri Ishida. Selanjutnya Menteri Rudiantara menyampaikan bahwa tatanan dunia terus berkembang secara dinamis dan Indonesia terus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan global yang dinamis tersebut, salah satunya dengan mengejar ketinggalan di sektor pengembangan informasi, komunikasi, dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ishida menyambut baik kunjungan Menteri Rudiantara dan menekankan pentingnya untuk menjalin kemitraan antar negara untuk bersama-sama mencari solusi terhadap pending issues yang ada. Selama ini terdapat kekhawatiran bahwa pengembangan informasi, komunikasi, dan teknologi akan berdampak besar secara ekonomi dan sosial, khususnya semakin meningkatkan kesenjangan dan pengangguran di kalangan masyarakat.  Namun demikian, patut disadari mengenai pentingnya peran informasi, komunikasi, dan teknologi dalam mendukung pembangunan. Menutup pertemuan, Menteri Rudiantara juga menyampaikan undangan kepada Menteri Ishida untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

mendukung pembangunan. Menutup pertemuan, Menteri Rudiantara juga menyampaikan undangan kepada Menteri Ishida untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan bilateral dengan Australia, Indonesia mengharapkan dukungan Australia dalam mendorong engagement dari platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp dalam menyaring konten yang terkait dengan radikalisme, terorisme, dan juga kekerasan terhadap anak. Dengan adanya tekanan yang sama dari like minded countries seperti Australia, tentunya akan semakin mendorong engagement dari platform media sosial.

Selain itu, Indonesia menyampaikan harapan dukungan dari Australia dalam mendukung program pengembangan SDM (human capital development), salah satunya dengan memperkuat kerja sama di sektor pendidikan antar kedua negara.

Dalam pertemuan bilateral dengan Korea Selatan, Minister of Science and ICT Korea Selatan menyampaikan harapannya untuk dapat mempererat kemitraan dengan Indonesia dan menindaklanjuti sejumlah pending issue dari kunjungan Presiden Moon Jae-in pada tahun 2017 yang lalu. Menanggapi hal tersebut, Indonesia mengusulkan mengenai pengembangan kemitraan dengan mengimplementasikan B to B model dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta dan komunitas bisnis Korea Selatan di Indonesia terkait implementasi kerja sama yang dapat dikembangkan.

Terkait pengembangan SDM, Indonesia juga sampaikan harapan dukungan Korea Selatan dalam mendorong peningkatan pendidikan digital bagi kalangan generasi muda Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan di Indonesia.

Dalam pertemuan bilateral dengan Uni Eropa, kedua pihak bertukar pandangan mengenai data protection.Indonesia, pada dasarnya telah memiliki regulasi yang mengatur mengenai data protection, namun demikian regulasi dimaksud sifatnya masih sektoral. Sementara bagi Uni Eropa, mengingat masing-masing negara memiliki aturan yang berbeda mengenai data protection, maka perlu dilakukan penyesuaian agar proteksi data dapat diimplementasikan secara seragam di seluruh Uni Eropa.(i/m)

editor : Ikhsan.muafikul

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here