Rintis Kampung Pendidikan dengan Giatkan Budaya Mengaji di Kampung

0
25
views

NIINDO.COM-Suara pembaca Perkembangan teknologi bagi warga kampung RT 13 RW 1 Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya bukan hanya memberikan dampak positif. Tetapi juga keprihatinan karena mereka lebih banyak bermain dengan gadget dari pada kegiatan positif lainnya.

Untuk itu, warga kampung sepakat mengarahkan anak-anak untuk aktif dalam kegiatan mengaji. Tak hanya anak-anak bahkan orang dewasa hingga lansia juga memberikan contoh dengan rutin belajar mengaji setiap harinya.

Ketua RT, Gatot Alfianto mengungkapkan di wilayahnya terdapat tiga titik yang dijadikan tempat belajar mengaji. Saat sore, anak-anak belajar mengaji di masjid Darussalam.

Sementara saat malam anak-anak, remaja dan orang dewasa mengaji di TPQ dan di salah satu rumah warga.

Kebiasaan mengaji ini pinginnya ke arah kampung pendidikan. Tetapi masih terbatas tempat untuk pusat kegiatan, sehingga kegiatan mengaji masih terpusat di rumah dan fasilitas umum warga,”urainya.

Upaya menggagas kampung pendidikan ini menurutnya sangat dibutuhkan untuk menjaga etika dan karakter anak. Karena dengan lokasi kampung yang dekat dengan pusat kota, menurutnya anak-anak akan lebih banyak terpengaruh hal yang negatif.

“Soalnya anak-anak biasanya kalau banyak main handphone nanti banyak nongkrong di warung dan di luar pengawasan orang tua,”ujarnya.

Upaya mengarahkan kebiasaan bermain anak pada belajar mengaji ini dikatakan Gatot telah mendapat dukungan warga. Bahkan warga lansia dan dewasa juga banyak yang belajar mengaji.

“Yang mengaji tiap malam itu awalnya juga istri saya ingin belajar di luar pengajian rutin. Karena kalau pengajian rutin isinya kajian, makanya pingin belajar mengaji Al Quran dari orang yang bisa kemudian dari mulut ke mulut kemudian banyak yang ikut belajar mengaji,”urainya.

Hal serupa diungkapkan Lailatul Maftuhah yang membuka TPQ sejak 1991. Bersama suami dan anaknya, ia mengajar mengaji untuk segala usia warga kampungnya.

“Dulu sudah diawali suami saya mengaji sore di masjid. Kemudian malamnya anak-anak ini main macam-macam, akhirnya saya buat jadwal ngaji di TPQ yang malam,”ujarnya.

Tak hanya anak-anak, remaja hingga dewasa tiap malam juga mengaji di rumahnya. Iapun berharap dengan kegiatan mengaji akan mengarahkan anak-anak ke perilaku yang lebih baik dan memiliki kegiatan bermanfaat di malam hari.(a/n)

Editor:Ikhsan.muafikul

 

 

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here