BNP2TKI Bersama Universitas Dr Soetomo Surabaya Gelar Seminar Peluang Kerja di Jepang

0
111
views

Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo Surabaya bekerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta LPK Akarui Mirai Surabaya  menggelar seminar tentang  peluang kerja di Jepang, dilansir dari Surya.co.id pada Jumat (4/5/2018).

Seminar ini dihadiri puluhan mahasiswa  Universitas se-Jawa Timur khususnya Jurusan Keperawatan. Menurut Suyanto selaku Wakil Rektor 3 Unitomo, tujuan diadakannya seminar ini untuk membantu dan menjembatani mahasiswa dan mahasiswi jurusan keperawatan yang ingin bekerja di luar negeri khususnya Jepang.

” Lulusan keperawatan di Indonesia itu banyak dan menumpuk, lapangan pekerjaannya tidak banyak tersedia. Sedangkan di Jepang terbuka lebar. Ini adalah kesempatan bagus bagi mahasiswa keperawatan,” ujarnya.

Suyanto menambahkan, lapangan pekerjaan sebagai perawat di Indonesia masih sedikit dan belum terbuka lebar. Selain itu, di Jepang kesejahteraan pekerja lebih terjamin.

Sebelum bekerja di Jepang, para mahasiswa harus mempersiapkan diri belajar budaya dan bahasa Jepang agar tidak mengalami ‘Shock Culture’.

“Selain itu, calon mahasiswa yang terpilih bekerja di Jepang harus memiliki mental yang kuat, karena budaya Jepang dan Indonesia sangat berbeda. Iklimnya pun juga berbeda,” imbuhnya.

Suyanto mengatakan, untuk mempersiapkan itu semua, pihaknya masih berdiskusi dengan pihak Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

“Untuk sistem penerimaan, pelatihan, dan sebagainya masih akan kami diskusikan dengan pihak BNP2TKI. Kami masih belum bisa memastikan kapan akan dibuka rekrutmen,” terang pria yang mengenakan kemeja batik ini.

Terkait kerjasama itu Sheny Fitriani selaku perwakilan Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jakarta menjelaskan pemerintah Indonesia telah melakukan program Goverment to Goverment. “Saat ini, jangan takut jika ingin bekerja di luar negeri, lembaga kami akan menjamin keselamatan tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Jepang memiliki banyak penduduk yang berusia lanjut. Hal tersebut akan menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk memenuhi kebutuhan Perawat di Rumah Sakit dan Panti Jompo di Jepang. “Ini menjadi peluang yang bagus bagi mahasiswa yang ingin bekerja di luar neheri khususnya di Jepang,” tambah wanita asli Palembang ini.

Di temui di waktu yang berbeda, Amosh Alexander Garang selaku perwakilan dari (LKP) Akarui Mirai Surabaya mengatakan, mahasiswa yang ingin bekerja di Jepang harus lulus sertifikasi Bahasa Jepang N5 atau N4. “Selain itu, pendidikan minimal mahasiswa keperawatan adalah D3,” katanya.

Ia melanjutkan, setelah semua dimiliki oleh mahasiswa mereka tinggal mendaftar online melalui web BNP2TKI. “Setelah persyaratan dipenuhi data mereka akan langsung di periksa oleh pihak rumah sakit Jepang. Setelah lolos mereka berangkatkan dan langsung bekerja tanpa menunggu. Lalu mereka bekerja maksimal selama 4 tahun di sana,” imbuhnya.

Salah satu peserta seminar Pricillia Agustina, mahasiswi Keperawatan Satria Bakti Nganjuk mengatakan, Ia lebih mengetahui apa-apa saja kriteria perawat yang di butuhkan di Jepang. Ia mengungkapkan, tertarik untuk bekerja di Jepang setelah mengikuti seminar ini.

“Dari seminar ini saya jadi tahu kriteria apa saja yang harus dipenuhi. Serta dapat pengetahuan tentang budaya-budaya Jepang,” pungkasnya.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here