Jepang Temukan Mineral Langka Mampu Menggerakkan Industri Selama Ratusan Tahun

0
176
views
Jepang Temukan Mineral Langka Mampu Menggerakkan Industri Selama Ratusan Tahun

Tahukah kamu, jika kini Jepang baru saja mendapat sokongan energi sangat besar, konon mampu menopang evolusi industri negeri matahari terbit tersebut hingga 780 tahun ke depan.

Sokongan energi besar tersebut berasal dari adanya temuan jutaan ton mineral tanah langka di lepas pantai timur Jepang.

Para ilmuwan dari Universitas Tokyo dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), mengumumkan jika temuan fenomenal itu dalam jurnal Scientific Reports, yang terbit pada Selasa, 10 April 2018.

Para ilmuwan dari Universitas Tokyo dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), mengumumkan jika temuan fenomenal itu dalam jurnal Scientific Reports

Penelitian itu mengatakan jika lumpur yang ditemukan dari dasar laut di lepas Kepulauan Ogasawara, sekitar 2.000 kilometer tenggara Tokyo, lumpur itu berisikan kandungan Yttrium, Europium, Terbium dan Dysprosium.

Keempat jenis mineral langka itu ditemukan di area seluas 400 kilometer persegi dibawah lautan, konon mineral langka itu bisa menghasilkan cukup energi untuk menggerakan seluruh industri strategis Jepang selama ratusan tahun.

Yttrium, merupakan mineral yang bernama serupa dengan sebuah kota di Swedia,mineral ini adalah salah satu bahan baku utama fosfor yang penting bagi industri elektronik.

Mineral yang berwarna putih keabu-abuan tersebut juga bemanfaat sebagai penguat alumunium, magnesium dan kromium. Selain itu, Yttrium juga disebut berperan amat penting sebagai bahan baku dalam pembuatan superkonduktor dan laser.

Sejauh ini, penelitian mengklaim jika deposit besar itu berpotensi dipasok hampir tidak terbatas ke seluruh dunia, dalam satu abad mendatang.

Tetapi sejumlah rintangan masih harus dihadapi, yakni salah satunya tentang regulasi penambangan di kedalaman hampir 6.000 meter, di bagian terpencil dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

“Tetapi pemerintah tampaknya berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya ini,” ujar Shirako Hudateba, salah seorang peneliti.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here