8 Industri Fashion RI Berkesempatan Unjuk Gigi di Jepang

0
167
views
8 Industri Fashion RI Berkesempatan Unjuk Gigi di Jepang

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sebanyak delapan Industri Kecil dan Menengah (IKM) fashion nasional untuk ikut serta dalam ajang pameran yang bertajuk Indonesia Kain Party 2018 di Museum Aksesori Meguro dan Flagship Store Tokyo, Jepang selama bulan April-Juli 2018.

“Kegiatan ini ditujukan menjadi salah satu momentum dari peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, yang terselenggara atas kerja sama antara kedua pemerintah, desainer dan IKM dalam upaya untuk menampilkan produk-produk kain tradisional, pakaian adat, hingga produk fesyen yang modern,” tutur Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan resminya.

Menurut Gati, tahun ini Indonesia Kain Party mengusung tema fashion Indonesia dari yang tradisional hingga modern. Harapannya, dapat meningkatkan pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia di Jepang, terutama yang dihasilkan oleh para IKM nasional.

“Tujuan lainnya, meningkatkan pemberdayaan perempuan Indonesia, yang mana menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata masyarakat internasional khususnya bagi warga Jepang, serta mengembangkan produk-produk budaya Indonesia,” ujarnya.

Dalam pameran Indonesia Kain Party 2018, Kemenperin memfasilitasi delapan industri fashion nasional, yaitu kain tenun Wignyo Rahadi, Batik Boroko, Batik Pohon, Zie Batik Semarang, produk milik GLAM yang memproduksi tas terbuat dari bahan kulit, serta hanya menggunakan batik dan tenun dengan teknik tulis serta cap, batik Dyah Kuncoro Kumalasari, Syaifitri Gallery dan Sofie Design milik Ahmad Sofitulloh.

Melalui potensi IKM fashion nasional saat ini, Kemenperin sangat optimistis dari sektor berbasis wastra ini semakin berperan penting dalam perekonomian nasional. Industri yang termasuk dari salah satu dari 16 kelompok industri kreatif ini, mampu berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 3,76 persen pada tahun 2017.

Jurus Kemenperin Dukung Pelaku Industri Kreatif

IKM Indonesia unjuk gigi di Jepang

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, siap memberikan pembinaan kepada para kreator muda dalam negeri. Hal ini untuk mendorong berkembangnya industri kreatif Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibaningsih.

“Kami dari industri akan membina seluruh industrinya, mulai dari bagaimana dia bisa memproduksi barang dengan baik kemudian sama-sama kita brandingnya. Jadi kami ada program yang nantinya brand industri,” ujar Gati.

“Pak Triawan selaku (Kepala Bekraf) mengurusi bagaimana menciptakan orang kreatif dan inovatif supaya dapat mensuplai ke sektor industri. Kami yang membina bagaimana ide-ide kreatif ini bisa diciptakan atau diwujudkan dalam bentuk produk industri. Namun tak selesai sampai di situ saja,” tambah dia.

Ia juga menuturkan, jika saat ini industri tidak bisa bekerja secara sendirian. Perlu ada kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan dari hulu sampai hilir. Dengan hadirnya Maker Fest 2018 akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan industri di Indonesia.

“Karena apa yang namanya industri PDB kita itu nomor 5 di dunia sekarang sharenya PDB kita diperekonomian. Industri sharenya 20 persen terhadap PDB. Jadi ini memang benar adanya, jika sektor industri kreatif memperlihatkan jika sektor yang satu ini merupakan motor perekonomian,” kata dia.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here