6 Perusahaan Jepang Berebut Lelang Operator Patimban

0
237
views

Kementerian Perhubungan melansir sejumlah perusahaan asing siap mengikuti lelang operator Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. Perusahaan asal Jepang bakal berkolaborasi dengan perusahaan swasta nasional dan BUMN untuk menjadi pemenang lelang, dilansir dari Bisnis.com (24/4/2018).

Direktur Kepelabuhan Kemenhub, Chandra Irawan mengatakan ada enam perusahaan Jepang yang tertarik mengikuti lelang operator Pelabuhan Patimban, pelabuhan yang didanai pinjaman dari Jepang. “Dari pihak Indonesia, ada Pelindo 1, [Pelindo] 2, [Pelindo] 3, [Pelindo] 4,” ujarnya di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dia menambahkan Kemenhub saat ini masih menyusun dokumen untuk proses lelang operator Pelabuhan Patimban. Chandra menyebut proses tersebut diharapkan bisa rampung dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

Sebagaimana diketahui, operator Pelabuhan Patimban adalah konsorsium yang terdiri dari perusahaan Indonesia dan perusahaan Jepang. Sebanyak 51% saham konsorsium dimiliki perusahaan Indonesia sedangkan 49% dimiliki perusahaan Jepang.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan menyatakan sudah berminat menjadi operator, antara lain PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan PT Astratel Nusantara atau AstraInfra.

Di sisi lain, Kemenhub menargetkan groundbreaking Pelabuhan Patimban bisa berlangsung pada pertengahan Mei 2018. Beberapa paket pekerjaan konstruksi juga sudah dilelang sejak November 2017. “Pembangunannya ditargetkan pertengahan Mei, tapi mungkin bisa menjadi awal Juni,” terang Chandara.

Untuk diketahui, Pelabuhan Patimban merupakan proyek hasil kerja sama antarpemerintah (G to G) Indonesia dengan Jepang. Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) telah berkomitmen mengucurkan pinjaman tahap pertama senilai 118 miliar YEN atau setara Rp14,2 triliun untuk tahap pertama ; total pendanaan mencapai Rp42 triliun.

Pada tahap pertama, pembangunan Pelabuhan Patimban mencakup terminal petikemas dengan kapasitas 800.000 TEUs dan terminal kendaraan yang bisa menampung 360.000 unit per tahun. Terminal kendaraan diharapkan bisa mulai beroperasi pada Maret 2019.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here