Bantu Berdayakan Eks TKI Jepang, Alumni “Kenshusei” Indonesia Dirikan Yayasan IJS

0
763
views

JAKARTA, Niindo.com – Sejumlah alumni kenshusei atau karyawan magang di Jepang asal Indonesia mendirikan Yayasan Indonesia Japan Solutions (IJS) untuk membantu memberdayakan para eks-tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Jepang saat kembali ke Indonesia.

Pendiri Yayasan IJS Mahmudi Fukumoto mengatakan yayasan ini didirikan berangkat dari keprihatinan, bahwa banyak tenaga kerja tersebut mengalami kesulitan ekonomi setelah kembali ke Indonesia.

Sosialisasi Mahmudi Fukumoto Sebelum Yayasan IJS Terbentuk (Sumber foto : dokumen pribadi IJS)

Selain tak memiliki akses ke tempat kerja formal, para eks-TKI Jepang juga tak bisa mengelola uang hasil kerjanya dengan baik. Akibatnya, uang mereka habis dan mereka kembali menganggur.

“Ini sangat memprihatinkan, karena banyak sekali eks-kenshusei saat kembali ke Indonesia tidak bisa bekerja alias menganggur. Uang yang diperoleh dari kerja juga tidak dikelola dengan baik sehingga cepat habis,” kata Mahmudi dalam siaran pers yang diterima Niindo.com (12/03/2018).

Untuk menjawab permasalahan itu, kata Mahmudi, Yayasan IJS akan menempuh sejumlah langkah. Salah satunya adalah melakukan pelatihan kewirausahaan serta business matching dengan para pelaku bisnis di Indonesia. Sehingga saat kembali ke Indonesia, mereka telah siap terjun untuk berbisnis.

Selain itu, Yayasan IJS juga akan menggandeng perusahaan-perusahaan outsourcing untuk menyalurkan para tenaga kerja tersebut sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki.

Sebagaimana diketahui, kenshusei mempunyai ketrampilan yang spesifik, yang hanya bisa diaplikasikan pada satu bidang tertentu. Ketrampilan tersebut memungkinkan para eks-TKI Jepang melakukan pekerjaan-pekerjaan teknis tertentu secara sempurna.

Dari catatan Yayasan IJS, terdapat lebih dari 1.000 eks-TKI dari Jepang yang kembali ke Indonesia setiap bulannya. Saat mereka sampai di Indonesia, mereka banyak yang tidak langsung memperoleh pekerjaan maupun menjalankan bisnis. Hal ini lantaran keterbatasan akses terhadap pemberi kerja maupun peluang usaha. Padahal, mereka merupakan tulang punggung keluarga.

“Hal inilah yang menjadi fokus Yayasan IJS ini, yakni memberi solusi konkrit kepada para eks-TKI dari Jepang agar mereka tetap bisa bekerja dan mendapatkan uang saat sudah di Indonesia,” jelas Mahmudi.

Yayasan IJS Promosikan Produk UKM

Selain membantu para eks-TKI dari Jepang, Yayasan IJS juga menjalankan program lain, yakni membantu mempromosikan produk UKM Indonesia ke pasar Jepang.

Hal ini tidak lepas dari jabatan Mahmudi Fukumoto, seorang pengusaha Indonesia yang telah sukses di Jepang. Saat ini, Mahmudi menjabat sebagai Presiden Indonesia Japan Solution, yang merupakan asosiasi para pengusaha menengah Jepang yang ingin berbisnis di Indonesia.

Menurut Mahmudi, ada sekitar 60.000 perusahaan Jepang yang telah menjadi jaringan IJS. Mereka ingin masuk dan menjalin bisnis dengan para pebisnis Indonesia.

Trend ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Indonesia, terutama UKM. Ada potensi besar yang bisa digarap,” jelas Mahmudi.

Terkait dengan program ini, Yayasan IJS akan mendirikan Rumah UKM di Tokyo. Rumah UKM ini merupakan showroom produk-produk UKM asal Indonesia yang akan ditawarkan ke para pebisnis Jepang.

Produk-produk UKM Indonesia yang akan ditampilkan di Rumah UKM akan dikurasi secara ketat, sehingga produk yang ditampilkan memiliki kualitas baik dan sesuai dengan permintaan pasar di Jepang.

Melalui showroom ini, diharapkan akan terjalin kerjasama business to business antara pengusaha  Indonesia dan Jepang, yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

 

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here