Lebih Berhati-hati dalam Menanggapi Tawaran Kerja ke Jepang

0
270
views

Dilansir dari Panturapost.com, puluhan warga Losari, Brebes, Jawa Tengah batal bekerja di Jepang setelah membayar puluhan juta rupiah. Iming-iming bekerja di luar negeri apalagi Jepang dengan gaji besar memang menggiurkan. Tapi yang namanya iming-iming belum tentu bisa diwujudkan. Seperti apa yang dialami oleh puluhan pemuda di Losari, Brebes akhir-akhir ini. Mereka rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah agar bisa bekerja di Jepang, tapi akhirnya batal.

Mereka yang menjadi korban rata-rata berusia 20-40 tahun. Di Kecamatan Losari, jumlahnya mencapai lebih dari 30 orang. Mereka mengaku dijanjikan bekerja di Jepang dengan gaji minimal Rp 30 juta per bulan.

Menurutnya, para korban membayar uang tersebut ke sebuah lembaga pelatihan yang berada di Desa Limbangan, Kecamatan Losari. Pengelolanya bernama Dahuri, yang merupakan warga setempat. Untuk bisa berangkat ke sana, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan selama tiga bulan. Para peserta juga diminta membayar uang berkisar Rp 50-90 juta.

Azka salah seorang korban yang telah membayar sekitar 70 juta rupiah, mengaku sudah diberangkatkan ke Jepang pada awal Februari 2017 lalu. Tapi baru sampai bandara di Tokyo, dia dideportasi, lantaran tidak memenuhi persyaratan. Visa yang dibawa bukan visa kerja tapi visa kunjungan.  “Saya ditanya macam-macam sama petugas di sana dan diminta kembali ke Indonesia,” katanya.

“Setelah pulang, kami kan minta ganti uangnya, tapi tidak bisa,” imbuhnya.

Heri, 30 tahun, mengalami nasib hampir serupa. Dia bahkan mengaku sudah mengeluarkan duit sampai Rp 100 juta, tapi sampai saat ini belum juga diberangkatkan ke Jepang. “Padahal untuk mendapatkan uang itu saya harus utang sana sini, sampai jual tanah,” katanya.

Kini, kasus ini sudah dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Brebes. Sebanyak 13 korban telah mendatangi Mapolres Brebes pada Senin, 4 Desember 2017. “Kami masih melakukan penyelidikan. Semua kami mintai keterangan, termasuk pengelola LPK,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Brebes Ipda Puji Haryati.

Kasus ini dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh warga Indonesia, agar lebih berhati-hati dalam menanggapi iming-iming atau tawaran bekerja di luar negeri seperti Jepang. Warga sebaiknya lebih selektif dalam memilih lembaga penyaluran kerja.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here