Beginilah Cara RI dan Jepang Membawa Industri Lebih Ramah Lingkungan

0
441
views
Beginilah Cara RI dan Jepang Membawa Industri Lebih Ramah Lingkungan

Kini Indonesia dan Jepang sedang menggalakan kerja sama menggarap sebuah proyek Joint Credit Mechanisme (JCM), kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, melalui implementasi teknologi bersih.

Kerja sama ini diterapkan salah satunya kepada produsen kertas, yakni PT. Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) yang bertempat di Bekasi, Jawa Barat.

Pemanfaatan teknologi hemat energi dari Jepang pada proses daur ulang kertas bekas (OCC Line), hal tersebut mampu menghemat konsumsi pemakaian listrik dan menigkatkan efisiensi yang mana pada akhirnya akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Menurut kepala Seketariat Joint Credit Mechanisme (JCM) Indonesia, yakni Dicky Edwin Hindarto menjelaskan tujuan utama dari program JCM adalah menghemat konsumsi listrik untuk setiap ton kertas yang diproduksi.

Teknologi yang dimanfaatkan merupakan teknologi yang berasal dari Jepang, terutama sistem proses OCC line yang sangat efisien sehingga pada akhirnya emisi yang tidak berguna seperti Gas Rumah Kaca (GRK) dapat lebih rendah.

“Proyek JCM di Fajar Paper ini telah siap dioperasikan dan saat dioperasikan penuh dapat menurunkan konsumsi listrik hingga 10 persen. Sementara emisi GRK bisa diturunkan sekitar 14 ribu ton CO2 per tahunnya,” tutur Dicky.

Teknologi Implementasi itu bahkan sudah ditinjau langsung oleh Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian yakni Bapak Edy Sutopo.

Program JCM dapat menambah jumlah pengurangan emisi GRK yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Fajar Paper melalui program Clean Development Mechanisme (CDM) yang langsung dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui United Nation Framework Convertion on Climate Change (UNFCCC)

Upaya pengurangan emisi GRK ini, layak dilakukan oleh setiap perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terutama pada bidang lingkungan hidup, ujar Dicky.

Dia juga melanjutkan, jika JCM mendorong kerja sama antara institusi-institusi terkait, baik itu pemerintah maupun pihak swasta, baik itu di Indonesia dan Jepang yang berguna untuk mempromosikan lebih banyak implementasi pengembangan usaha yang rendah emisi karbon. Kerja sama ini yang terjalin, diharapkan dapat memberikan konstribusi yang lebih besar untuk menurunkan emisi GRK.

Perlu diketahui, jika JCM Indonesia – Jepang mulai terjalin sejak tahun 2010. Untuk memudahkan penyebaran dan mendorong kegiatan kerja sama ini, dibentuklah JCM Seketariat Indonesia pada tahun 2014.

Jumlah total proyek JCM yang sedang dan telah diimplementasikan di Indonesia sampai saat ini sudah ada sebanyak 29 proyek, dengan semua nilai total jumlah investasi sebesar US$ 150 juta.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here