Sri Mulyani, Pembangunan Harusnya Dibiayai Pajak Bukan Utang

0
579
views

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan hasil pemikirannya mengenai pengelolaan utang pemerintah. Penjelasannya tersebut berkaitan dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan pembiayaan utang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN-P) 2017 dari Rp 384,7 triliun menjadi Rp 461,3 triliun. Lebih rinci lagi, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) naik menjadi Rp 467,3 triliun dari Rp 400 triliun.

Menurutnya, untuk saat ini rasio utang pemerintah masih berada di bawah 30 persen teradap PDB, dengan defisit fiskalnya yang dicoba untuk dijaga pada kisaran 2,5 persen terhadap PDB. Ia berpendapat bahwa angka tersebut jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara G-20 lainnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan defisit pada kisaran 2,5 persen Indonesia masih memiliki harapan untuk tumbuh ekonominya diatas 5 persen. Hal ini berarti stimulus fiskal mampu meningkatkan perekonomian sehingga membuat utang tersebut menghasilkan kegiatan produktif.

Sri Mulyani juga menjelaskan mengenai latar  belakang pengelolaan utang yang dijalankan pemerintah  terutama utang yang digunakan untuk melakukan pembangunan selama ini. Ia menjelaskan bahwa selama ini pembangunan sempat mengalami penundaan dan tidak maksimal karena pada 20 tahun kebelakang, pemerintah Indonesia dinilai fokus untuk mengatasi krisis ekonomi 1998 dan 2008.

Adapun faktor lainnya, pemerintah juga sempat diharapkan dengan berbagai tekanan pelemahan global pada tahun 2014.  Selanjutnya pemerintah mengambil langkah kebijakan fiskal ekspansif sebagai stimulus untuk mendorong ekonomi dan melindungi masyarakat Indonesia. menurutnya peran pemerintah sangatlah penting untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dalam negeri.

“Ketimpangan antara si miskin dan si kaya membutuhkan peran pemerintah untuk meningkatkan belanja sosial, yang tujuannya untuk melindungi kelompok termiskin agar tidak makin tertinggal”,ujar Sri.

Ia juga berpendapat bahwa penduduk Indonesia dengan demografi muda memerlukan investasi pendidikan dan kesehatan yang besar. Ia menegaskan, APBN akan secara terus digunakan untuk bisa mencukupi belanja pendidikan dan kesehatan yang cukup besar sebagai tujuan agar SDM dalam negeri tidak tertinggal dengan negara lainnya.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here