Pengolahan Padi di Bali Akan Gunakan Teknologi Satake, Ini Kelebihannya

0
542
views

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyambut baik dan menyampaikan dukungannya mengenai rencana pembangunan tempat pengolahan padi pasca panen yang akan dikemas secara modern dengan menggunakan teknologi Satake Jepang. Kabar tersebut terungkap ketika Gubernur Bali tengah menerima Direktur Perusahaan Satake Shoichi Tanaka di ruang rapat Gubernur, tepatnya di Renon, Denpasar Bali (6/7/2017).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Pastika menyampaikan, bahwa ketika fakta di lapangan pada saat panen raya harga gabah para petani mengalami  penurunan yang sangat drastis, walaupun sesungguhnya patokan harga gabah minimum sudah ditetapkan.

Penurunan harga gabah ketika panen memiliki dampak terhadap ppenurunan pendapatan para petani, bahkan tidak jarang para petani mengalami kerugian. Oleh karenanya kehadiran teknologi canggih Satake asal Jepang diharapkan bisa membantu menjaga kestabilan harga gabah dan berdampak  pada peningkatan penghasilan para petani.

Direktur Perusahaan Satake Shoichi Tanaka juga memaparkan, mesin teknologi yang ia gunakan dalam pengolahan gabah tersebut memiliki kapasitas untuk mengeringkan gabah basah mencapai 150 ton per harinya. selain itu ia juga menambahkan bahwa teknologi Satake membuat beras yang dihasilkan tetap utuh dan tidak pecah dan kemungkinan rusaknya mencapai 10-15 persen.

“Teknologi ini akan membantu dalam menjaga kestabilan harga gabah di pasaran. Tidak hanya itu, tidak ada debu yang dihasilkan sehingga teknologi ini benar – benar ramah lingkungan”, ujarnya.

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here