Besarnya Peluang WNI bekerja di Jepang – Bagian 1

0
1046
views

Ternyata Peluang bagi Warga negara Indonesia untuk dapat bekerja di Jepang masih sangat terbuka lebar. Simak saja kisah berikut yang kami kutip dari  ISIGOOD.COM :
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman karib mampir ke ruangan kantor saya. Di sela-sela agenda mudik pulang kampung halaman, dia sengaja menyempatkan diri mampir untuk bernostalgia dan makan siang siang bersama di kantin kampus.

Saat ini dia tinggal di Negeri Matahari Terbit, tepatnya di Tokyo. Dia bekerja di sebuah perusahaan milik pemerintah (mirip BUMN), yaitu JQA (Japan Quality Assurance), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peneraan dan kalibrasi mesin-mesin di industri.

Yap, kesempatan itu langsung saja saya manfaatkan untuk menggali situasi dan kondisi terkini di Jepang. Peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan generasi muda bangsa Indonesia untuk ‘menyerbu’ Negeri Sakura tersebut? Karena, inilah saatnya kita memulai, Indonesia menguasai dunia.

Dari obrolan ringan antara dua orang teman karib, beranjak ke penggalian lebih dalam tentang:

Peluang kerja di Jepang!

Bagaimana kondisi Jepang yang saat ini semakin tergerogoti jumlah angkatan kerjanya, akibat turunnya angka pernikahan dan angka kelahiran bayi secara drastis? Ternyata mereka begitu membutuhkan kehadiran tenaga kerja profesional dari negara lain.

Kondisi ini disebabkan karena orang Jepang semakin banyak yang memilih tidak menikah, alias lebih memilih hidup sendiri. Atau bila menikah, mereka memilih tidak memiliki anak, atau cukup satu anak, karena pertimbangan biaya hidup dan biaya pendidikan anak di Jepang yang relatif mahal. Di sisi lain, angka/umur harapan hidup orang Jepang semakin tinggi. Artinya, saat ini Jepang makin dipenuhi oleh orang berumur diatas 50 tahun. Bahkan generasi tua Jepang dengan umur diatas 60 tahun juga masih memiliki tingkat kesehatan yang prima.

Saking getolnya dan mendambakan kelahiran bayi, Pemerintah Jepang saat ini begitu mendorong pasangan suami-istri di Jepang untuk memiliki anak lebih banyak (menambah jumlah anak). Oleh karena itu, setiap anak yang dilahirkan akan mendapatkan subsidi per bulan dari Pemerintah berupa uang sebesar kira-kira Rp.1,5 juta, kalau tidak salah sampai dengan mereka lulus SMP. Dalam Bahasa Jepang, subsidi ini dinamakan “Kodomo Teate”. Ditambah lagi, setiap proses persalinan/kelahiran bayi akan mendapatkan bantuan kira-kira sebesar Rp.20 juta per kelahiran.

Satu fakta tambahan, menurut kesaksian beberapa teman orang Jepang, mereka merasakan semangat anak muda Jepang untuk belajar, sampai dengan kuliah setinggi-tingginya tidak lagi sebesar zaman dulu.
Jadi wajar, bila terjadi ketimpangan struktur tenaga kerja di Jepang. Orang-orang muda di Jepang terkadang merasakan hal yang ganjil di hati mereka. Yaitu mereka sedang bekerja untuk menyediakan dana pensiun senior mereka yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding angkatan kerjanya.

Menurut teman saya, saat ini terdapat belasan ribu tenaga kerja Indonesia berada di Jepang. Dan itu masih belum cukup! Jepang benar-benar membutuhkan tenaga kerja asing yang cocok dengan karakter budaya dan kondisi Jepang.

Bersambung

Tokyo Medical Tour

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here